Kepala UPTD PPD Samsat Balaraja Moh. Ali Hanapiah. SE. SH. M.si : Masa Pandemi Covid-19, Triwulan Pertama Capai Target : Nunggak Pajak Kendaraan, Petugas Datangi Door To Door

Kabupaten Tangerang – Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berkepanjangan dapat memicu krisis ekonomi. Dan menjadikan masa sulit diberbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Prospek pemulihan pasca pandemi covid-19 terlihat adanya syarat ketidakpastian, karena penularan virus yang tidak terduga. Pandemi Covid-19 lebih berdampak negatif terhadap aktivitas dalam keseharian dan pemulihan diproyeksikan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Namun, walau pada masa sulit dampak covid-19 itu masih terjadi, justru itu menjadikan suatu inovasi dan tersirat ide atau gagasan tercetus oleh salah satu tokoh pemuda Banten, Ali Hanafiah, yang saat ini masih menjabat Kepala UPTD PPD Samsat Balaraja.

Demi mencapai target, untuk penerimaan pajak daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPTD PPD) Samsat Balaraja.

Kata Ali Hanafiah, pada triwulan pertama ini, pencapaiannya dengan cara melakukan pendataan kendaraan yang belum daftar ulang atau belum melakukan pembayaran Pajak.

“Karena, kendaraan roda empat (R4) pajak yang harus dibayar mahal, maka, pencapaian target ini lakukan penelusuran data yang daftar ulang terlebih dahulu, untuk kendaraan roda empat (R4) yang menunggak pajak. Lalu, bersama-sama
mendatangi alamatnya,” kata Ali Hanafiah atau bisa disebut juga sang tokoh Pemuda Provinsi Banten, kepada banten7.co.id disela- sela kesibukan kesehariannya, Kamis (29/4/2021).

Kegiatan itu, ujar Ali Hanafiah, dilakukan rutin secara bergantian, yang sebelumnya di Wilayah Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

“Kita fokuskan satu wilayah itu dulu dengan cara mendatangi rumahnya satu persatu atau door to door. Dan setelah selesai baru pindah lokasi di Kecamatan lain,” bebernya Ali.

Penelusuran data, lanjut Ali, atau dengan cara yang biasa disebut menjemput bola, juga merupakan salah satu cara yang ia lakukan untuk pencapaian target penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Sementara itu, berdasarkan laporan target dan realisasi penerimaan pajak daerah dari tiga jenis pajak yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan pajak Air Permukaan (AP) periode 4 Januari – 28 April 2021 telah mencapai 23,55 persen.

Ali Hanafiah, membeberkan target penerimaan pajak daerah yang telah ditetapkan sebesar Rp 742.630.426.200, realisasi penerimaan periode 4 Januari- 28 April 2021 sebesar Rp 174.916.309.953,-.

Dari tiga jenis pajak tersebut untuk PKB, BBNKB dan AP yang dikelola oleh UPTD PPD Samsat Balaraja, memiliki target masing-masing, yakni Untuk pokok PKB targetnya sebesar Rp 403.071.000.000,-.

“Realisasi penerimaan pokok PKB hingga 28 April sebesar Rp 100.893.542.650 atau sekitar 25,03 persen.,” terangnya.

Sedangkan untuk BBNKB, lanjut Ali, terbagi dalam dua jenis pajak yakni BBNKB I dan BBNKB II. Untuk BBNKB I, target penerimaan sebesar Rp 331.935.880.000. Realisasi penerimaan sebesar Rp 71.717.659.000 atau 21,61 persen.

“Untuk BBNKB II target penerimaan sebesar Rp 5.192.120.000, realisasi penerimaan sebesar Rp 1403.893.000 atau 27,04 persen. Total target penerimaan BBNKB I dan BBNKB II sebesar Rp337.128.000.000, realisasi penerimaan Rp 73.121.552.000 atau 21,69 persen,” paparnya.

Untuk pajak AP, kata Ali, target penerimaan sebesar Rp 2.431.426.200, sedangkan realisasi penerimaan sebesar Rp 901.215.303 atau sekitar 37,07 persen.

“Jadi secara keseluruhan pengelolaan pajak daerah, dari target penerimaan yang telah ditetapkan sebesar Rp Rp 742.630.426.200. Realisasi penerimaannya sebesar Rp 174.916.309.953 atau sekitar 23,55 persen,” imbuhnya. (BMB)